Hukum

KOMNAS HAM

Komnas HAM adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauanm dan mediasi hak asasi manusia.

Tujuan KOMNAS HAM :

  • Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila,UUD 1945, dan Piagam PBB serta Deklarasi Universal hak asasi manusia.
  • Meningkatkan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampuannya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.

KOMNAS HAM mempunyai kelengkapan yang terdiri dari Sidang Paripurna dan Sub komisi. Disamping itu, KOMNAS HAM mempunyai Sekretaiat Jendral sebagai unur pelayanan.

Landasan hukum KOMNAS HAM :

Pada awalnya, KOMNAS HAM didirikan dengan keputasn presiden no. 50 tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Sejak 1999 keberadaan KOMNAS HAM didasarkan pada undang-undang, yakni Undang-Undang nomor 39 tahun 1999 yang juda menetapkan keberadaan, tujuan, fungsi, keanggotaan, asas, kelengkapan, serta tugas dan wewenang KOMNAS HAM.

Keanggotaan KOMNAS HAM :

Menurut UU no.39 thn 1999, KOMNAS HAM beranggotakan tokoh masyarakat yang profesional, berdedikasi dan berintegritas tinggi, menghayati cita-cita negara hukum dan negara kesejahteraan yang berintikan keadilan, menghormati hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia.

KESAKTIAN PANCASILA

HARI KESAKTIAN PANCASILA ; Anak Para Tokoh Bertemu
02/10/2010 06:13:31 JAKARTA (KR)

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober tahun ini ada yang istimewa. Untuk pertamakalinya, anak-anak dari tokoh-tokoh organisasi pemberontak di masa Orde Lama dan Pahlawan Revolusi berkumpul bersama. Mereka melakukan rekonsiliasi, mengubur rasa dendam dan benci. Rekonsiliasi bertajuk Silaturahmi Nasional ini digelar di Gedung Nusantara III DPR/MPR Senayan Jakarta, Jumat (1/10).

Hadir di antaranya anak Pahlawan Revolusi Jenderal Anumerta Achmad Yani, Amelia Yani dan anak Mayjen TNI Anumerta DI Panjaitan, Nani. Kemudian putra ketua Central Committee Partai Komunis Indonesia (CC PKI) DN Aidit, Ilham Aidit dan anak Wakil CC PKI Nyoto Svetlana. Ada pula Feri Omar Nursaparyan, anak mantan KSAU yang dicurigai terlibat G30/S PKI Omar Dhani. Anak tokoh pendiri Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) SM Kartosuwiryo, Sarjono, cucu tokoh DI/TII Aceh Daud Beureueh, Ahmad Zaidi dan putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto juga hadir dalam acara rekonsiliasi itu.

Pada pagi harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya. Upacara diisi dengan pembacaan sila-sila Pancasila oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.

Sementara Ketua MPR Taufiq Kiemas membacakan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, dan Ketua DPR Marzuki Alie bertugas membacakan Ikrar Kesetiaan Pancasila. Yang menarik, Taufiq Kiemas berkali-kali melakukan kesalahan saat membacakan naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Misalnya saat membacakan Sila Ketiga Pancasila. ”Persatuan Indonesia yang dipimpin oleh hikmat…” katanya. Padahal, Sila Ketiga seharusnya adalah Persatuan Indonesia. Kesalahan lagi-lagi terucap ketika membacakan Sila Kelima, ‘Keadilan sosial bagi bangsa Indonesia’. Padahal seharusnya berbunyi, ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.’ ”Maklum saya sudah tua jadi salah-salah,” ujar Taufiq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s