TIKUS

“ Reny, kamu tuh sudah besar, tolong biasakan bersihkan sendiri kamarmu.” Pagi-pagi suara mama sudah memenuhi kamarku yang baru bisa membuka sedikit mata, karena semalam aku tidur sangat larut. “ kamu selalu mengharapkan mbak Ayu, kamu harusnya malu sama dirimu sendiri, malu sama badanmu yang tambah besar itu.” Suara mama masih terus mengomel. Seperti biasanya aku cuma diam saja, karena kalau aku bantah, sudah pasti mama akan tambah lama ngomelnya.

Ini memang salahku yang malas untuk membersihkan sendiri kamar tidurku, baju-baju kotor sehabis pulang sekolah atau bermain biasanya aku lempar saja sembarangan, karena seperti biasanya mbak Ayu pasti akan membereskannya, begitu juga seprei yang sudah tidak menutupi kasur lagi, mbak Ayu dengan sabar akan merapikannya dan menyapu lantai kamar yang banyak sampah plastik bekas sisa jajananku. Baju-baju juga buku-buku berserakan dimana-mana setelah selesai dipakai. Lemari pakaian jangan harap rapi, karena gak lama setelah mbak Ayu merapikan lemari, pasti akan berantakan lagi aku acak-acak memilih baju yang mau aku pakai.

“Jorok banget sih kamu, Ren. Udah kaya kandang kambing saja kamarmu itu, nanti ada tikus baru tahu rasa kamu.” Suara mama rupanya belum berhenti juga. Aku sedikit ngeri juga ketika mama menyebut nama binatang yang paling aku benci didunia ini. Hi, ngeri membayangi ada tikus dikamarku.

Keesokan harinya aku mulai sedikit berubah, baju seragam sekolah yang biasanya aku lempar kelantai kamar, aku masukkan kekeranjang tempat baju kotor yang ada dipojok kamar. Untuk mengambil baju dilemari juga pelan-pelan sekali agar baju-baju yang lain tidak berantakan karena cara mengambil bajuku yang salah. Lumayan lama juga kamarku terjaga rapi dari mbak Ayu merapikannya tadi pagi sampai detik ini.

Selesai makan siang, seperti biasanya aku istirahat dikamar sambil online di laptop kesayanganku, tak lupa cemilan jajanan yang aku beli sepulang sekolah tadi menemaniku bersantai. Tapi rupanya kebiasaan malas ini kembali lagi, paling nanti mbak Ayu yang akan merapikan lagi, sambil melempar plastik sisa jajanan tadi. Bosen online, aku memilih dan mengambil buku-buku komik yang sudah tersusun rapi di raknya dengan kasarnya, sudah pasti buku-buku itu berantakan dilantai bercampur dengan sampah-sampah plastik sisa jajanan. Dalam sekejap kamarku sudah kembali B E R A N T A K K A N. rupanya kebiasaan malas ini susah sekali hilangnya.

“Assalamualaikum,” seruku sepulang sekolah. Aku langsung masuk kamar, melempar baju seragam kelantai, lalu mengambil baju rumah di dalam lemari dengan kasar, sehingga baju-baju yang lain jatuh berhamburan kelantai. Santai ada mbak Ayu, pikirku. Seperti biasa aku langsung ke ruang makan untuk makan siang. Hari ini lauknya yang paling aku suka yaitu ayam goreng dan sayur lodeh tambah sambel tumis, hmhm……. Sedap. Selesai makan tanpa merapikan bekas makannya, aku membuka kulkas untuk minum jus alpuket kesukaanku. Setelah merasa kenyang, aku kembali ke kamarku. Seperti biasanya sambil santai main laptop ditemani cemilan jajanan yang ku beli tadi.

Tiba-tiba setengah sadar karena lelah tadi disekolah aku merasa ada sesuatu yang lembut – lembut dikakiku, dengan setengah malas aku mengangkat kepala untuk melihat ada apa dikakiku ini. “Toloooooong ada TIKUUS, mbak Ayu tolooong”. Teriakku sekuat-kuatnya. Aku lari ke pintu kamar untuk membukanya, tapi anehnya, pintu itu tidak dapat dibuka. Sambil teriak-teriak panik, aku memanggil mbak Ayu, tapi anehnya, dia tidak segera datang seperti biasa kalau aku teriak minta teh manis atau apapun pasti mbak Ayu cepat datang. Tidak tahan lagi aku nangis ketakutan karena tidak bisa keluar kamar, apalagi tikus itu berusaha terus mendekati kakiku, aku lari menggelilingi kamar sambil menjerit-jerit ketakutan. Aku lari mau masuk lemari, tapi ternyata didalam lemari itu banyak sekali tikus. “Aduuuuh.” Teriakku keras ketika ada seekor tikus berhasil menggigit jari kakiku. Sambil teriak minta tolong, aku terus menangis ketakutan. “Neng, neng bangun, kenapa teriak-teriak?” aku mendengar seperti ada suara yang aku kenal, setelah membuka mata, “MBAK AYU!!, kemana aja dari tadi aku panggil-panggil gak datang.” protesku. “Saya gak dengar neng memanggil saya”. Mbak Ayu menjelaskan. “Tapi tadi yang saya dengar cuma suara neng teriak-teriak, ada apa neng?”. “Oh gak ada apa-apa mbak, saya cuma mimpi.” Kata saya setelah agak tenang dan sedikit malu. Mimpi ini menyadarkan saya, bahwa sifat malas saya untuk merapikan kamar adalah salah. Mulai saat itu saya berusaha untuk selalu menjaga kebersihan kamarku.

-TAMAT-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s