Tips Agar Anak Pintar, Kreatif, dan Percaya diri

Menjadi orangtua memang tak ada sekolahnya. Belajar dari pakar bisa menjadi cara agar orangtua lebih tepat mengasuh anak. Dimulai dari belajar untuk mengetahui tumbuh kembang anak, dan memahami prinsip positive parenting. Dengan begitu orangtua lebih mampu mendukung stimulasi positif untuk anak dan mengatasi berbagai kendala dalam masa tumbuh kembang anak.
Apa sebenarnya hasil yang bisa dicapai orangtua dengan memahami ilmu parenting? Dukungan yang tepat dari orangtua membantu tumbuh kembang anak lebih optimal dalam ranah fisik-motorik, psikososial/kepribadian, kemampuan bahasa, berpikir, kecerdasan, dan kreativitas.
Play Terapist dan psikolog Lembaga Psikologi Terapan UI, Dra Mayke S. Tedjasaputra, MSI, mengatakan, anak akan memiliki kemampuan berpikir jernih, kritis, berbicara dengan bahasa terstruktur dan kreatif jika didukung dengan pengasuhan yang tepat dari orangtuanya.
“Kemampuan ini sering dilupakan sistem pendidikan,” kata Mayke, saat peluncuran rumah edukasi parenting beberapa waktu lalu.
Bagaimana menjadi orangtua yang positif?

1. Percaya diri dan tumbuhkan kepercayaan kepada anak
Mayke menjelaskan orangtua perlu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung anak untuk bereksplorasi. Karena dengan mendapatkan kedua hal ini, anak bisa mengawali langkahnya bereksplorasi.
Caranya, orangtua perlu percaya diri sehingga tidak mudah khawatir. Lalu berikan juga kepercayaan dan kesempatan kepada anak untuk mencoba hal baru.
“Orangtua yang takut anaknya sakit lalu membatasi aktivitasnya justru membuat anak tidak berkembang. Orangtua perlu memberikan tempat bermain yang aman dan nyaman agar anak bisa tumbuh optimal dalam lingkungan fisik dan psikososialnya,” lanjutnya.

2. Menyisihkan waktu bersama
Hubungan yang sehat dan lekat dengan anak perlu dibangun dan diupayakan oleh orangtua. Bagaimana pun perhatian dan dukungan positif dari Anda memberikan rasa percaya diri kepada anak.
Caranya, cari dan ciptakan waktu untuk melakukan kegiatan bersama dan berkomunikasi dengan anak. Dengan cara ini anak merasa dicintai. Kepercayaan dirinya tumbuh optimal dengan waktu khusus yang diberikan orangtuanya untuk membangun hubungan.

3. Jadilah teladan
Salah satu tugas orangtua adalah menanamkan nilai positif secara konsisten. Anak akan tumbuh dengan memahami makna tanggungjawab jika orangtua menjalankan tugas penanaman nilai dengan tepat.
Caranya, berikan contoh dan teladan yang baik bagi anak, berikan rambu tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan yang terpenting konsistensi intra dan inter individual.
“Jika orangtua bangun pagi dengan bermalas-malasan, anak akan mencontoh. Maka, jadilah teladan yang baik,” kata Mayke.
Sedangkan untuk tetap konsisten, pastikan ayah maupun ibunya tidak dipengaruhi emosi dalam memberikan rambu kepada anak. Jangan membuat anak bingung dengan sikap berbeda dari ayah dan atau ibunya, maupun inkonsistensi keduanya dalam menjalankan pengasuhan. Anak akan menjadi bingung dan was-was, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.

4. Memahami anak
Anak akan tumbuh optimal jika mendapatkan pemahaman dan stimulasi yang sesuai dari orangtuanya. Karenanya orangtua perlu mengenali kelebihan dan kekurangan anak.
“Jangan menekan anak untuk diam, misalnya. Anak tiga tahun bisa duduk diam itu sudah luar biasa, tetapi jangan memaksanya,” kata Mayke.
Stimulasi berupa pujian juga boleh diberikan, tetapi jangan berlebihan. Ungkapkan rasa bangga saat anak Anda berhasil menghabiskan makanannya atau saat mendapatkan prestasi di sekolahnya. Namun jangan berhenti di situ, anak pun memerlukan dukungan saat ia gagal atau bahkan ragu ketika melakukan sesuatu. Dorongan dan dukungan positif dari orangtua membantu perkembangan anak.

5. Mampu mengatasi stres
Kunci sukses positif parenting adalah juga kemampuan orangtua mengatasi stres. Kemampuan mengatasi stres akan mempengaruhi komunikasi dengan si kecil, menjadi lebih positif.
Caranya, orangtua perlu belajar mengendalikan diri dalam mengatasi emosi. Jika merasa perlu mintalah bantuan ahli atau lakukan saja relaksasi maupun hubungan spiritual.
Ketika menghadapi masalah, sebaiknya orangtua perlu fokus pada solusi dan bukan lari dari kenyataan. Termasuk ketika konflik terjadi pada pasangan, maka sebaiknya bangun komunikasi terbuka antarpasangan. Ciptakan juga komunikasi terbuka dengan orang yang terlibat dalam pengasuhan seperti teman atau orangtua. Selain bisa belajar dari pengalaman orang lain, Anda juga bisa sekaligus menyatukan pemahaman tentang bagaimana pola asuh di rumah agar mereka bisa memahami dan mengikuti saat berada di dekat buah hati Anda.
Terakhir, orangtua juga perlu terus belajar mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Mengembangkan sikap mau belajar dan mau berubah menjadi cara untuk mengeksplorasi diri lebih positif sebagai orangtua. Setiap orang tua pastinya ingin sang buah hati tumbuh dan berkembang secara optimal. Nah, untuk memaksimalkannya, Ibu bisa melakukan beberapa tips mudah berikut, agar anak bertambah pintar, mudah berkonsentrasi dalam pelajaran dan baik secara nutrisi.

1. Ajari anak dengan kebiasaan makan yang baik
Tak dapat dipungkiri bahwa kesehatan fisik yang optimal berawal dari asupan nutrisi yang baik. Karena itu, konsumsi berbagai ragam makanan dalam jumlah cukup untuk membantu mendapatkan nutrisi seimbang. Biasakan anak untuk makan teratur mulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam.
Biasakan pula untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti yang terdapat pada sereal sarapan. Konsumsi lemak, gula dan garam dalam jumlah sedikit. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang beraneka ragam untuk mebantu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral serta serat. Cukup minum minimal 8 gelas sehari.

2. Cukup Olahraga
Isi waktu luang dengan kegiatan fisik yang disukainya. Seperti berenang, bersepeda dan aneka olahraga lainnya.

3. Berikan stimulasi kognitif yang cukup
Dukung kegiatan “self expression” yang dia lakukan. Seperti bermain alat musik, menulis, kegiatan seni, “public speaking” atau bercerita kepada anggota keluarga. Dukung kegiatan membaca yang dapat menambah pengetahuannya. Sertakan anak dalam kegiatan sosial dan kegiatan sehari-hari lainnya. Setiap situasi akan menambah kesempatan anak untuk belajar. Hal ini akan membantu anak menjadi lebih kreatif, pintar dan lebih percaya diri.

4. Cukup tidur
Mungkin terkesan sepele tetapi sebenarnya, tidur akan membantu hormon pertumbuhan yang bekerja sewaktu anak tidur. Sebaiknya anak mendapatkan tidur nyenyak setidaknya selama 8jam. Anak yang kurang tidur akan susah berkonsentrasi di sekolah dan mudah marah.

5. Hindari stress
Anak-anak juga bisa terkena stress. Karena itu bantulah anak untuk memilih cara dalam mengatasi stress. Misalnya, bermain, atau mendengarkan musik, membaca, bercerita kepada orang tua, atau anggota keluarga lainnya, berdoa dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s