Macam-Macam Clay

Lilin Malam
Ini juga termasuk ‘keluarga’ clay, biasanya untuk mainan anak-anak, banyak dijual di toko-toko buku bermacam-macam warna dan mudah dibentuk. Bentuk akhirnya tetap lunak tidak akan mengeras dan dapat diolah kembali.

Plastisin Clay
Hampir sama dengan Lilin malam hanya saja tidak selunak lilin malam dan lebih mantap bentuknya (lebih keras dibandingkan lilin malam)

Paper clay
Terbuat dari bubur kertas, kebanyakan dijual dengan warna putih dan ada juga dengan campuran gips (seperti kapur). Hasil akhirnya keras dengan cara diangin-anginkan dan di cat diberi warna (dapat juga sewaktu diulenin langsung ditambah warna).
Paper clay dapat dibuat sendiri dengan cara merendam kertas (caranya bisa di lihat posting sebelumnya perihal daur ulang koran)

Clay Tepung
Ini dapat dibuat sendiri dan cukup mudah dikerjakan bersama anak-anak.
Bahan yang diperlukan:
– Tepung terigu : tepung tapioka : tepung beras dengan perbandingan 1:1:1
– Lem kayu misalnya lem fox (atau sejenisnya)
– Sedikit natruim benzoat/pengawet makanan atau Borax juga nggak apa-apa kok ^_^ (ini gak wajib, jika ingin hasil tahan lama tidak berjamur)
– Cat poster/akrilic/cat air
– Pilox bening/cat kuku bening
Cara membuat:
Campur tepung, masukan lem sedikit demi sedikit hingga serasa pas dan tidak lengket ditangan
Bagi beberapa bagian (sesuai warna-warna yang diinginkan) dan campurkan sedikit demi sedikit cat sampai warna yang diinginkan tercapai
Clay tepung siap di bentuk
Angin-anginkan hingga kering
Dapat disemprotkan Pilox transparant atau dioles cat kuku agar lebih tahan lama

Clay Roti
Ini juga dapat di buat sendiri dari sisa-sisa roti
Bahannya:
– 1 lembar roti tawar (angin-anginkan dulu agar teksturnya agak kering)
– Lem kayu misalnya lem fox (atau sejenisnya)
– 1 sdt minyak sayur
– Sedikit natruim benzoat/pengawet makanan atau Borax (tidak wajib)
– Cat poster/acrilic/cat air
– Pilox tranparant/cat kuku bening

Cara membuat:
– Sobek-sobek kecil roti tawar
– Tambahkan lem dan uleni sampai agak kalis.
– Tambahkan minyak sayur dan pengawet, uleni sampai kalis
– Selanjutnya sama dengan membuat clay dari tepung
(diambil dari resepnya mbak Yoana di millis Manik2 Cantik)

Jumping Clay
Clay ini jika diangin-angin kan akan kering dan tidak dapat diolah lagi, hanya saja jadinya ringan seperti gabus. Dijual dengan berbagai macam warna didalam kantung alumunium foil (biasanya) cocok untuk dibuat menjadi boneka-boneka hewan atau manusia kecil

Air Dry Clay/clay jepang/clay korea
Hampir sama dengan jumping clay, hanya saja bentuk akhirnya lebih padat. Dijual dengan berbagai macam warna dan dibungkus dengan plastik kedap udara (biasanya). Cocok untuk membuat miniature buah-buahan, sayuran, makanan atau lainnya

Polymer Clay
Clay yang paling mahal, masih langka di Indonesia. Proses pengeringannya dengan cara di oven (bukan pakai oven kompor loh). Hasil akhirnya… Wah kaya bunglon tergantung jenis clay nya (bisa lihat di posting sebelumnya perihal polymer clay) mau seperti kayu, batu alam, metal atau plastik.

Clay Asli (Tanah Liat/Keramik)
Pasti semua tahu yang ini, clay asli dari alam untuk membuat tembikar. Cara pengeringannya setelah diangin-angin dibakar kedalam tungku.
Berdasarkan jenis nya
– Gerabah
– Keramik batu
– Porselin
– Keramik Baru
http://www.pppgkes.or.id/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=67

Clay Imitasi
Tidak semua tahu perihal clay ini, Tha saja tidak tahu namanya (lupa) hehe. Yang pasti clay ini biasanya digunakan di pabrik-pabrik mobil atau industri besar lainnya untuk dijadikan model produk. Warnanya coklat tua dengan cara dipanaskan dahulu agar dapat dibentuk. Hasil akhirnya…. Lumayan kokoh, tapi masih bisa diolah lagi kalau dipanaskan
Gips
Ini termasuk keluarga clay bukan yah? Gips terbuat dari bahan kapur yang dikeraskan. Cara pembuatanya, adonan yang encer dicetak (menjadi pot, hiasan kulkas, pajangan, dll) diangin-angin kan lalu di cat. Atau dapat juga dipadatkan berbentuk balok, lalu di ukir menjadi patung, abstrak atau lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s